Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Psikolog Ini Beber Alasan Tak Terduga Kenapa Anak Suka Membantah

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Selama ini orang dewasa atau orangtua yang baru saja memiliki anak mungkin agak kaget kenapa anak balita bahkan hingga remaja sering terkesan suka membantah.

Kalau dalam Bahasa Jawa disebut anak 'ngeyelan' tukang membantah, benarkah demikian?

Psikologipedia.com mendapatkan jawaban mengejutkan dari seorang psikolog melalui kupasan lengkap darinya, Senin (26/2/2018).

Mellissa Grace MPsi Psikolog paparkan hal mengejutkan yang mungkin tak semua orangtua tahu melalui akun media sosial miliknya.

Ternyata apa yang selama ini dilakukan oleh anak umur 2 tahun hingga 12 tahun menurut kita merupakan bantahan tapi menurut Mellissa Grace sebenarnya bukan bantahan.

Cara berpikir kita yang menganggap itu bantahan.

Anak-anak di masa itu sedang mengalami masa-masa perkembangan kognisi, bahasa serta kreativitas berpikir.

Menurut Mellissa perkembangan aspek intelektual anak ini seringkali membuat terkesan sedang 'menguji' (melalui sanggahan) atas nasihat-nasihat oran…

Merasa Cemas Berlebihan hingga Tertekan? Mungkin Anda Mengalami seperti Kata Psikolog Ini

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Setiap orang mungkin sulit melepas emosi negatif, kecemasan, kemarahan hingga berujung depresi.

Mungkin ada teman Anda, sahabat, anggota keluarga atau bahkan pasangan Anda sering menggerutu, mengaku merasakan kecemasan, kekhawatiran, kemarahan akan sesuatu sampai berujung tekanan batin yang berat mengarah ke depresi.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi?

Kadang nasihat kita soal hidup harus optimis, keyakinan diri bahwa apa yang terjadi selanjutnya akan baik-baik saja, bisa sedikit menetralisir.

Atau mengajak orang tersebut untuk selalu tersenyum, mencoba mensyukuri dari hal yang paling kecil, seperti masih bisa bernafas, segarnya udara pagi, keluarga baik-baik saja, sehat dan sebagainya.

Namun hal ini belum bisa menjadi solusi karena ada hal yang lebih mendasar yang diungkap oleh psikolog, Jumat (9/2/2018).

Seorang psikolog terkemuka Amerika, Albert Ellis (1955) ada sebuah hal yang disebut sebagai Pola Keyakinan (Belief) seseorang yang mengarahkan pada emosi negati…

Psikolog Ini Mengupas Detail Orang yang Hobi Berbohong, Kenapa Berbohong dan Ciri-cirinya

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Seorang psikolog buka-bukaan, ia mengupas rinci orang yang menjadikan kebohongan sebagai kebiasaan.

Kenapa orang tersebut suka berbohong, apa alasan mendasar secara ilmiah sesuai dengan ilmu psikologi hingga bagaimana ciri-cirinya, (Kamis (8/2/2018).

Setiap orang semasa hidup pasti pernah melakukan kebohongan meski hanya sekali.

Seorang yang baik dan jujur terpaksa berbohong ketika berhadapan dengan orang jahat atau orang yang sekiranya akan berbuat jahat kepadanya.

Ada juga orang yang memutuskan untuk berbohong dengan alasan demi kebaikan.

Tentu masing-masing secara pribadi memiliki penilaian subyektif terkait hal ini.

Namun ada juga yang berbohong menjadi suatu kebiasaan bahkan bisa dibilang telah mendarah daging.

Mellissa Grace MPsi Psikolog menguak tuntas terkait hal ini.

Melalui postingan di akun Instagram miliknya @mellissa_grace, ia memaparkan lengkap alasan seseorang berbohong hingga ciri-cirinya.

Perilaku berbohong pada orang dewasa menurut Mellissa setia…

Agar Tak Berefek 'Mengerikan' Begini Saran Psikolog soal Penggunaan Gadget pada Anak

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Masih banyak pertanyaan para orangtua bagaimana sejatinya penggunaan gadget pada anak.

Mungkin persoalan seperti ini baru dirasakan orangtua zaman sekarang terutama setelah menjamurnya smartphone murah dan seolah sudah menjadi hal wajar banyak digunakan oleh anak-anak.

Di satu sisi ia tak ingin anaknya ketinggalan zaman, gagap teknologi lantaran teman-teman seusianya  mungkin lebih leluasa gunakan gadget tapi di sisi lain muncul pula kekhawatiran kalau ada pengaruh buruk dari penggunaan gadget pada anak.

Sebenarnya boleh enggak anak-anak gunakan gadget?

Seorang Psikolog asal Yogyakarta menjawab persoalan ini.

Wahyu Bintari MPsi Psikolog menjelaskan penggunaan gadget memiliki efek jangka panjang mengerikan bagi anak bila penggunaannya tak diatur dengan baik.

Anak bakal kecanduan, anak tak bisa lepas dari gadget bahkan memiliki kecenderungan memberontak, menangis atau tantrum bila tak diberi gadget.

Padahal seorang tokoh dunia Bill Gates pendiri Microsoft yang karya…

Teman atau Saudara Pernah Coba Bunuh Diri? Simak 'Solusi' dari Ahli Kedokteran Jiwa dan Psikologi Klinis UGM Ini

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Pasti pernah membaca kasus bunuh diri di surat kabar maupun portal berita, atau bahkan pernah mengetahui sendiri karena peristiwa terjadi di sekitar rumah?

Tiap orang pernah mengalami tekanan batin tapi siapa sangka jika langkah nekat yakni dengan mengakhiri hidup justru lebih dipilih untuk 'lari' dari kondisi tersebut.

Tak ada satupun yang bisa menyangka atau menduga seseorang bunuh diri hingga peristiwa tersebut benar-benar sudah terjadi.

Namun ternyata kenekatan tersebut tak serta merta langsung terjadi atau orang yang bunuh diri langsung melakukannya seketika.

Ada serangkaian proses yang bisa diamati dan tentu orang-orang di sekitarnya bisa melakukan pencegahannya, Selasa (6/2/2018).


Peristiwa bunuh diri ini bisa dicegah dan hal ini terungkap dalam sebuah acara talkshow dengan tajuk Fenomena Bunuh Diri: Aspek Psikiatri dan Psikologi yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 22 Agustus 2017 tahun lalu.

Acara ini digelar d…

Saran Psikolog Cara Mengatasi Sakit Hati ala 'Nyala' Api

SIAPA tak pernah merasakan sakit hati? Bila dilakukan penelitian mungkin saja persentase angka 100 bisa dicapai karena hampir stiap orang kemungkinan besar pernah merasakan sakit hati.

Sakit hati karena dikhianati pasangan, sakit hati karena ditikung sahabat sendiri dalam percintaan, sakit hati karena tak dihargai dan selalu diremehkan, sakit hati karena penolakan, sakit hati lantaran gagal menggapai sesuatu dan masih banyak penyebab sakit hati lainnya, Kamis (1/2/2018).

Setiap orang memiliki cara untuk merespon rasa sakit, ada yang menahannya, ada yang melawan, ada yang pasrah, ada juga yang akhirnya melampiaskan ke hal lain, atau memendamnya sampai tak kuat hingga berakhir buruk.

Apapun masalahnya, yang menyebabkan sakit hati akan meninggalkan luka psikis yang berefek tak baik nantinya.

Seorang Psikolog memiliki cara 'mengatasi' sakit hati dengan menggunakan perumpamaan nyala api.

Mellissa Grace MPsi Psikolog, mantan artis cilik ini selalu beri solusi atas persoalan yang ber…