Langsung ke konten utama

Postingan

Sering Dilakukan Orangtua! Hal Sepele Ini Ternyata Hambat Rasa Percaya Diri Anak

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Siapa orangtua yang tak menginginkan anak memiliki rasa percaya diri tinggi.

Saat kumpul keluarga atau reuni teman dekat tentu berharap anak kita tidak malu bahkan dengan penuh percaya diri berani untuk menyapa atau beriinisiatif kenalan dengan orang yang baru ia temui.

Namun yang terjadi sebaliknya, tak sedikit anak-anak cenderung pemalu, nempel terus dengan mama atau papanya enggan lepas, takut dengan orang baru.

Padahal anak tersebut adalah anak usia sekolah yang semestinya telah memiliki bekal rasa percaya diri.

Rasa percaya diri bisa dilatih dan ternyata beberapa hal sepele yang dilakukan orangtua ternyata tanpa sadar justru menghambat rasa percaya diri pada anak.

Seorang Psikolog andal mengupas hal ini.

Mellissa Grace MPsi Psikolog memaparkan kupasan terkait hal ini setelah ia ditanya bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia sekolah?

Mellissa kemudian menunjukkan satu hal yang menurut Psikologipedia.com sering dilakukan para orangtua pada anakn…
Postingan terbaru

Astaga! Ternyata Begini Kajian Psikologinya tentang 'Tukang Kritik'

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Dalam kehidupan sehari-hari mungkin pernah ditemui orang yang hobinya berikan kritikan.

Anda atau orang lain mungkin selalu saja mendapat kritikan, keluhan kalau ketemu orang ini.

Entah tak suka dengan cara berpakaian Anda, cara makan Anda, cara jalan, cara ngomong atau apapun selalu tak lepas dari kritikannya.

Bagaimana sih kajian secara Ilmu Psikologi tentang orang dengan sosok seperti ini?

Seorang Psikolog mengupas hal ini.

Mellissa Grace MPsi Psikolog melalui akun medsos miliknya memaparkan lengkap tentang orang yang suka mengkritik.

Apa yang membuat orang suka melontarkan kritikan secara terus menerus pada orang lain?

Inilah pertanyaan menggelitik Mellissa Grace.

"Mungkin awalnya Anda berpikir ketika orang gemar melontarkan kritikan secara terus menerus pada orang lain artinya mereka sedang berusaha menyampaikan suatu pesan pada orang tersebut.....No! They are not."

Demikian tulis Mellissa.

Menurutnya orang suka melontarkan kritikan secara terus men…

Viral Anak Terekam Nonton Video Porno, Begini Saran Psikolog Penanganannya

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Baru-baru ini sedang viral seorang anak perempuan di bawah 10 tahun sedang menonton video porno, Jumat (16/3/2018).

Pada rekaman tersebut si anak duduk di samping orangtuanya di sebuah area publik, anak tersebut beberapa kali menengok ke belakang untuk memastikan tak ada yang mengetahui aksinya.

Sementara orangtua yang di sampingnya tak menyadari apa yang sedang ditonton anak, sibuk dengan aktivitasnya.

Tanpa disadari si anak, ada orang yang merekam aktivitas anak tersebut.

Pada rekaman tampak si anak menonton video yang tak sepantasnya, lelaki dan perempuan sedang beradegan tak senonoh.

Rekaman yang menjadi viral tersebut disesalkan oleh warganet, banyak yang menghujat perekam karena memilih merekam daripada memberitahu orangtua si anak.

Namun ada juga yang membela kalau dengan peristiwa ini jadi tanda awas bagi para orangtua lainnya untuk berhati-hati.

Banyak yang menduga orang dewasa pemilik smartphone yang dilihat si anak, menyimpan video porno dalam gadget it…

Sering Rebutan Mainan, Ini Saran Psikolog agar Balita Mau Berbagi dengan Temannya

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Seolah sudah menjadi hal yang lumrah lantaran sering ditemui anak balita yang tak mau berbagi mainan.

Bahkan sering terjadi mereka rebutan mainan, hingga berakhir dengan jerit tangis.

Sebenarnya kenapa hal tersebut bisa terjadi, apakah wajar?

Bagaimana cara untuk mengajarkan anak untuk mau berbagi?

Simak kupasan lengkapnya di sini, Rabu (14/3/2018).

Seorang Psikolog sekaligus selebriti, mantan penyanyi cilik kali ini berbagi cara untuk para orangtua bagaimana mendidik anak balitanya bersedia berbagi, seperti berbagi mainan pada temannya.

Mellissa Grace bagikan tips tersebut melalui akun media sosial miliknya.

Lalu pertanyaan pertama, apakah wajar anak sulit berbagi?


Menurut Mellissa, anak yang berusia balita hingga 6 tahun menganggap kepemilikan terhadap suatu mainan atau barang adalah bagian dari konsep dirinya.


Sehingga di usia ini memang sering terjadi anak menjadikan mainan sebagai sesuatu yang tak boleh dipinjam bahkan disentuh orang lain.


Padahal kemampuan s…

Psikolog Ini Beber Alasan Tak Terduga Kenapa Anak Suka Membantah

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Selama ini orang dewasa atau orangtua yang baru saja memiliki anak mungkin agak kaget kenapa anak balita bahkan hingga remaja sering terkesan suka membantah.

Kalau dalam Bahasa Jawa disebut anak 'ngeyelan' tukang membantah, benarkah demikian?

Psikologipedia.com mendapatkan jawaban mengejutkan dari seorang psikolog melalui kupasan lengkap darinya, Senin (26/2/2018).

Mellissa Grace MPsi Psikolog paparkan hal mengejutkan yang mungkin tak semua orangtua tahu melalui akun media sosial miliknya.

Ternyata apa yang selama ini dilakukan oleh anak umur 2 tahun hingga 12 tahun menurut kita merupakan bantahan tapi menurut Mellissa Grace sebenarnya bukan bantahan.

Cara berpikir kita yang menganggap itu bantahan.

Anak-anak di masa itu sedang mengalami masa-masa perkembangan kognisi, bahasa serta kreativitas berpikir.

Menurut Mellissa perkembangan aspek intelektual anak ini seringkali membuat terkesan sedang 'menguji' (melalui sanggahan) atas nasihat-nasihat oran…

Merasa Cemas Berlebihan hingga Tertekan? Mungkin Anda Mengalami seperti Kata Psikolog Ini

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Setiap orang mungkin sulit melepas emosi negatif, kecemasan, kemarahan hingga berujung depresi.

Mungkin ada teman Anda, sahabat, anggota keluarga atau bahkan pasangan Anda sering menggerutu, mengaku merasakan kecemasan, kekhawatiran, kemarahan akan sesuatu sampai berujung tekanan batin yang berat mengarah ke depresi.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi?

Kadang nasihat kita soal hidup harus optimis, keyakinan diri bahwa apa yang terjadi selanjutnya akan baik-baik saja, bisa sedikit menetralisir.

Atau mengajak orang tersebut untuk selalu tersenyum, mencoba mensyukuri dari hal yang paling kecil, seperti masih bisa bernafas, segarnya udara pagi, keluarga baik-baik saja, sehat dan sebagainya.

Namun hal ini belum bisa menjadi solusi karena ada hal yang lebih mendasar yang diungkap oleh psikolog, Jumat (9/2/2018).

Seorang psikolog terkemuka Amerika, Albert Ellis (1955) ada sebuah hal yang disebut sebagai Pola Keyakinan (Belief) seseorang yang mengarahkan pada emosi negati…

Psikolog Ini Mengupas Detail Orang yang Hobi Berbohong, Kenapa Berbohong dan Ciri-cirinya

PSIKOLOGIPEDIA.COM - Seorang psikolog buka-bukaan, ia mengupas rinci orang yang menjadikan kebohongan sebagai kebiasaan.

Kenapa orang tersebut suka berbohong, apa alasan mendasar secara ilmiah sesuai dengan ilmu psikologi hingga bagaimana ciri-cirinya, (Kamis (8/2/2018).

Setiap orang semasa hidup pasti pernah melakukan kebohongan meski hanya sekali.

Seorang yang baik dan jujur terpaksa berbohong ketika berhadapan dengan orang jahat atau orang yang sekiranya akan berbuat jahat kepadanya.

Ada juga orang yang memutuskan untuk berbohong dengan alasan demi kebaikan.

Tentu masing-masing secara pribadi memiliki penilaian subyektif terkait hal ini.

Namun ada juga yang berbohong menjadi suatu kebiasaan bahkan bisa dibilang telah mendarah daging.

Mellissa Grace MPsi Psikolog menguak tuntas terkait hal ini.

Melalui postingan di akun Instagram miliknya @mellissa_grace, ia memaparkan lengkap alasan seseorang berbohong hingga ciri-cirinya.

Perilaku berbohong pada orang dewasa menurut Mellissa setia…